Film ini diadaptasi dari novel karya Dewi "Dee" Lestari yang menceritakan tentang pertemanan antara Jody dan sahabatnya, Ben. Mereka berdua mengelola sebuah kedai kopi bernama Filosofi Kopi, Jody sebagai pemilik merangkap kasir dan Ben sebagai barista yang sangat ambisius.
Suatu hari mereka mengalami masalah akibat hutang peninggalan ayah Jody sebesar 800 juta, idealisme Ben berbenturan dengan tekad Jody untuk melunasi utangnya. Hingga ada seorang pengusaha kaya hadir dengan sebuah solusi untuk mereka, ia memberikan tantangan agar Ben membuatkan kopi paling enak di Indonesia dengan imbalan sebesar 1 Miliar. Ben menerima tantangan tersebut dan lahirlah Perfecto.
Ben bangga dengan hasil mahakaryanya, sampai suatu hari hal itu terusik dengan kehadiran Rahel seorang Food Blogger. Ia mengatakan bahwa kopi Perfecto buatan Ben hanya cukup enak, karena ada kopi yang lebih enak yaitu kopi Tiwus. Jody meminta Ben pergi bersamanya dan Rahel untuk mencari kopi Tiwus agar bisa memenangkan tantangan yang diberikan pengusaha kaya tersebut.
Ben menolak keras, karena baginya perkebunan menyimpan terlalu banyak luka masa lalu. Hingga hubungan Ben dan ayahnya merenggang, dan Ben memutuskan kabur dari rumah.
Ternyata Ben tidak mempunyai pilihan, nasib Filosofi Kopi ada ditangannya. Akhirnya ia mengikuti keinginan Jody untuk pergi ke perkebunan kopi milik Pak Seno untuk mencari kopi Tiwus. Dan kopi Tiwus memang lebih enak, dan Jody ingin membawa biji kopi Tiwus untuk di suguhkan kepada pengusaha kaya tersebut.
Ben berhasil membuat kopi yang diinginkan pengusaha tersebut. Dia mendapatkan cek sebesar 1 miliar, akan tetapi itu adalah cangkir kopi terakhir buatannya. Ia memutuskan keluar dari Filosofi kopi dan kembali ke kampung.
Bagaimana nasib Filosofi Kopi selanjutnya?? Apakah Jody bisa membujuk Ben untuk kembali menjadi barista di Filosofi Kopi??
Silakan tonton filmnya 😊
Film Filosofi Kopi memang bukan film festival tapi enak untuk ditonton, ringan dan menghibur. Tiap karakter punya cerita dan masa lalu masing-masing tapi bisa menyikapi kepahitan itu dengan cara yang positif.
".... kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan."
― Dee, Filosofi Kopi
― Dee, Filosofi Kopi