Langsung ke konten utama

Sinopsis Film | Filosofi Kopi (2015)


Film ini diadaptasi dari novel karya Dewi "Dee" Lestari yang menceritakan tentang pertemanan antara Jody dan sahabatnya, Ben. Mereka berdua mengelola sebuah kedai kopi bernama Filosofi Kopi, Jody sebagai pemilik merangkap kasir dan Ben sebagai barista yang sangat ambisius.

Suatu hari mereka mengalami masalah akibat hutang peninggalan ayah Jody sebesar 800 juta, idealisme Ben berbenturan dengan tekad Jody untuk melunasi utangnya. Hingga ada seorang pengusaha kaya hadir dengan sebuah solusi untuk mereka, ia memberikan tantangan agar Ben membuatkan kopi paling enak di Indonesia dengan imbalan sebesar 1 Miliar. Ben menerima tantangan tersebut dan lahirlah Perfecto.

Ben bangga dengan hasil mahakaryanya, sampai suatu hari hal itu terusik dengan kehadiran Rahel seorang Food Blogger. Ia mengatakan bahwa kopi Perfecto buatan Ben hanya cukup enak, karena ada kopi yang lebih enak yaitu kopi Tiwus. Jody meminta Ben pergi bersamanya dan Rahel untuk mencari kopi Tiwus agar bisa memenangkan tantangan yang diberikan pengusaha kaya tersebut.

Ben menolak keras, karena baginya perkebunan menyimpan terlalu banyak luka masa lalu. Hingga hubungan Ben dan ayahnya merenggang, dan Ben memutuskan kabur dari rumah.

Ternyata Ben tidak mempunyai pilihan, nasib Filosofi Kopi ada ditangannya. Akhirnya ia mengikuti keinginan Jody untuk pergi ke perkebunan kopi milik Pak Seno untuk mencari kopi Tiwus. Dan kopi Tiwus memang lebih enak, dan Jody ingin membawa biji kopi Tiwus untuk di suguhkan kepada pengusaha kaya tersebut.

Ben berhasil membuat kopi yang diinginkan pengusaha tersebut. Dia mendapatkan cek sebesar 1 miliar, akan tetapi itu adalah cangkir kopi terakhir buatannya. Ia memutuskan keluar dari Filosofi kopi dan kembali ke kampung. 

Bagaimana nasib Filosofi Kopi selanjutnya?? Apakah Jody bisa membujuk Ben untuk kembali menjadi barista di Filosofi Kopi??
Silakan tonton filmnya 😊

Film Filosofi Kopi memang bukan film festival tapi enak untuk ditonton, ringan dan menghibur. Tiap karakter punya cerita dan masa lalu masing-masing tapi bisa menyikapi kepahitan itu dengan cara yang positif. 

".... kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan."
― Dee, Filosofi Kopi


Postingan populer dari blog ini

Sinopsis Film | Turtles Can Fly (2005)

Film ini adalah film pertama yang dibuat di Iraq setelah jatuhnya Saddam Husein. Film ini menceritakan tentang kepiluan anak-anak pengungsi akibat perang yang tinggal di perbatasan Iraq-Turki. Ada anak yatim piatu berasal dari kota Halabcheh, bernama Agrin yang mempunyai saudara laki-laki bernama Hengov yang tidak mempunyai tangan karena ranjau darat dan hanya lengan yang tersisa. Orang tua mereka tewas pada saat perang, selain itu Agrin diperkosa oleh tentara Saddam Husein dan melahirkan anak bernama Riga yang tidak bisa melihat (buta). Agrin sangat membenci Riga dan sering berusaha untuk meninggalkan bahkan membunuh Riga tetapi selalu bisa digagalkan Hengrov. Karena cerita kelam dimasa lalu, Agrin sangat "dingin" terhadap orang-orang disekitarnya.  Ada anak laki-laki berusia 13 tahun yang dipanggil Satelite, pemimpin para pengungsi terutama anak-anak. Dia dianggap memiliki beberapa kemampuan seperti memperbaiki dan memasang antena untuk mendapatkan berita dan mampu berbahas...

Sinopsis Film | Awoken (2020)

Film ini menceritakan tentang Karla seorang mahasiswa kedokteran yang mempunyai saudara bernama Blake yang mengalami gangguan tidur Fatal familial insomnia (FFI) dan Karla berusaha menemukan obat untuk menyembuhkan Blake. Karla pun mencoba ikut dalam perawatan eksperimental yang dilakukan dirumah sakit bawah tanah yang sudah lama ditinggalkan. Hingga suatu hari Karla menemukan sebuah kaset yang berisi rahasia kematian ibu mereka yang ternyata memiliki kondisi genetik yang sama yang diturunkan kepada Blake Sumber Foto : IMDb #movie#horror#trailer

Pengetahuan | Automaton (Automata)

Kata " Automaton " adalah latinisasi dari bahasa Yunani αὐτόματον yang berarti "bertindak atas kemauan sendiri".  Kata ini pertama kali digunakan oleh Homer untuk menggambarkan pembukaan pintu otomatis, atau gerakan otomatis dari tripod beroda.  Kata ini lebih sering digunakan untuk mendeskripsikan mesin bergerak non-elektronik, terutama yang dibuat menyerupai tindakan manusia atau hewan, seperti dongkrak pada jam pemukul publik lama , atau burung kukuk dan tokoh animasi lainnya pada kukuk jam. Sumber : Wikipedia | Foto : Automaton di film Hugo